Bulaksumur Online

Home

Malam Penutupan FKY XXIII: Lebih Gayeng Tahun Depan

Malam Penutupan FKY XXIII Lebih Gayeng Tahun Depan

Setelah berlangsung selama 15 hari, Festival Kesenian Yogyakarta 2011 dengan jargon “Gayeng Kiyi” (seru nih) akhirnya telah resmi ditutup. Ruwatan Sukerto menjadi acara puncak dalam penutupan FKY ke-23 ini di pelataran Benteng Vredeburg (5/7). Ketiga ketua penyelenggara FKY dimandikan dalam ruwatan tersebut sebagai perwujudan agar FKY di masa mendatang menjadi perhelatan seni budaya yang jauh lebih baik dan berdaya guna bagi masyarakat seni di Yogyakarta.

Acara penutupan dengan tema Gala Angkring Gayeng Kiyi menghadirkan para pembawa acara komedi dari grup Obrolan Angkring seperti Yu Beruk, Juned, Dalijo, Pawiro, Wisben, dkk. Dengan guyonan khasnya, mereka menghadirkan suasana panggung yang penuh canda tawa. Terlebih ketika Claudio, seorang wisatawan dari Italia, maju ke panggung dalam acara pembagian doorprize. Para pembawa acara mensyaratkan barangsiapa yang tinggal paling jauh berhak maju ke panggung dan mendapatkan doorprize. Claudio maju ke panggung dan mengalahkan para penonton lainnya yang sudah berada di atas panggung terlebih dahulu. Gelak tawa penonton pun meledak.

FKY tahun ini mampu menghadirkan beragam variasi acara. Antara lain pasar seni di Benteng Vredeburg yang menghadirkan 130 stand, acara-acara di Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Selatan, Plengkung Gading Art Performance. Adapula melukis bersama seniman di sepanjang trotoar nol kilometer, pawai budaya di Jalan Malioboro, pameran seni rupa di Galeri ISI Yogyakarta dan di Bandara Adisutjipto, Gelar Karya Seniman di Taman Budaya Yogyakarta, student move art, dan sebagainya. Dalam sambutannya, Timbul Rahardjo selaku Ketua I,  mengatakan bahwa FKY adalah milik rakyat Yogyakarta dan milik kita bersama. “Semoga 15 hari ini mampu membangkitkan FKY yang konon katanya hampir mati suri,” lanjutnya.

Wisnu, seorang pengunjung berpendapat bahwa FKY kali ini masih sepi pengunjung. “Padahal tata ruangnya sudah menarik untuk digunakan sebagai media rekreasi, inovasi, dan komunikasi kesenian yang berkembang di Yogyakarta,” imbuhnya. Ini merupakan tantangan untuk penyelenggaraan FKY selanjutnya. “FKY untuk ke depan, semoga ditemukan formulasi yang jauh lebih indah setelah 23 tahun,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Djoko Dwiyono, dalam sambutannya.

Sandy

Copyright © 2012 BulaksumurUGM.com. All Rights Reserved.

Top Desktop version