SKM UGM Bulaksumur

Menilik Esensi Sumpah Pemuda

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia

Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

–Teks Sumpah Pemuda

Hari ini, tepat 87 tahun yang lalu, tercatat sebagai hari yang bersejarah bagi Ibu Pertiwi. Aktivis pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan berkumpul, berdiskusi, dan memprakarsai tonggak persatuan Nusantara, yang tertuang pada tiga sila sumpah.

Namun kini ironisnya, kesakralan sumpah tersebut perlahan memudar karena kurangnya pemaknaan masing-masing individu, khususnya pemuda. Dahulu, para pemuda dan seluruh bangsa Indonesia menghadapi musuh yang nyata, yaitu penjajah. Namun kini, banyak ‘musuh semu’ yang terus menyusup kedalam budaya luhur bangsa. Sebut saja misalnya individualisme.

28 oktober hari sumpah pemuda_surat kabar mahasiswa UGM Bulaksumur_Bung karno sepuluh pemuda indonesiaPadahal Ir. Soekarno pernah berkata “Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”. Beliau memandang pemuda sebagai pelopor perubahan dan kemajuan dalam masyarakat. Dewasa ini, permasalahan yang dihadapi Indonesia makin kompleks dari hari ke hari. Permasalahan hukum, politik, pendidikan, kesenjangan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat kian marak mengisi teras depan media nasional.

Lantas, kemana perginya pemuda Indonesia saat negara membutuhkan suaranya demi perubahan ke arah yang lebih baik?

Banyak yang memilih tak mau tahu, pura-pura menutup mata dan telinga, atau sibuk dengan urusan masing-masing tanpa menghiraukan kondisi di sekitarnya. Padahal, jika ditelaah lebih dalam, banyak kebijakan yang seharusnya dikritisi dengan menyertakan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Di sini, peran pemuda sangat dibutuhkan untuk mencapai sebuah negara yang harmonis. Dengan adanya berbagai kemudahan teknologi yang ditawarkan pada masa kini, serta kebebasan berpendapat yang makin dijunjung, pemuda dapat menyampaikan pendapatnya melalui film, musik, fotografi, maupun media lain. Karena sejatinya, Sumpah Pemuda bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa, namun juga sebagai pendorong para pemuda untuk tetap semangat berkarya dan berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Masihkah di hatimu ada Indonesia, wahai Kaum Muda?

[Oleh: Aify Z.]

mm

Divisi Penelitian dan Pengembangan